Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum wrt wbt
Umat-umat nabi Muhammad yang dicintai dan dikasihi
Mari kita bayangkan kita berada dalam zaman 1400 tahun dahulu
Kita bayangkan satu suasana di tengah kehidupan,di tengah padang pasir yang tandus dan panas
Kita rasakan dengan sepenuh hati dan jiwa kita
Agar kita menyedari betapa bertuahnya kita dilahirkan sebagai umat nabi Muhammad
Bayangkan nabi Muhammad sedang berkumpul dengan sahabat di Masjid Nabawi
Nabi Muhammad bertanya , “Duhai sahabatku, tahukah kalian siapa yg mulia di hadapan Allah selain darimu?”
Sahabat menjawab,”Para malaikat ya Rasulullah”
“Mereka mulia di depan Allah kerana mereka adalah pesuruh-pesuruh Allah.
“Ada manusia yang juga mulia berbanding dirimu di depan Allah”, kata Rasululullah.
“Siapa dia ya Rasulullah? Katakan kepada kami ya Rasulullah? Siapa manusia itu ya Rasulullah?”, tanya sahabat.
“Duhai sahabatku, manusia-manusia yg mulia seperti dirimu di depan Allah adalah ummat-ummatku yang hidup setelah aku wafat, mereka tak pernah berjumpa denganku, mereka tak pernah mendengar suaraku , mereka tak pernah lihat wajahku, tetapi mereka percaya dengan apa yang aku ajarkan, mereka meyakini ajaranku,dan mereka rindukan aku dan mencintaiku.”
“Mereka orang yang mulia di depan Allah”, kata Rasulullah.
Bayangkan dan renungkan , bayangkan kemuliaan dirimu di depan Allah
Bayangkan agar kau mampu rasakan cinta Rasulullah kepada dirimu
Agar kita mampu menghayati cinta nabi Muhammad kepada kita
Duhai sahabat-sahabat yang dirahmati Allah
Sekarang bayangkan dirimu, bayangkan engkau berada pada suatu masa pada saat-saat akhir kehidupan baginda
Selepas nabi Muhammad melaksanakan haji wida’, nabi Muhammad jatuh sakit, bertambah hari sakitnya semakin tenat, tubuhnya semakin lemah
Fatimah dengar pintu diketuk, beliau berjalan membuka pintu, dan berjumpa dengan lelaki yg tidak pernah dilihat.
“Untuk apa engkau datang sini?”
“Aku datang sini untuk berjumpa ayahmu”, jawab lelaki itu.
“Ayahku sedang sakit, beliau tidak dapat jumpa kamu, kembalilah di lain masa”, kata Fatimah.
Fatimah menuutup pintu rumahnya dan tinggalkan lelaki itu.
nabi Muhammad bertanya,” Fatimah siapa tu?”
“Aku tidak kenalnya ayah, baru kali ni aku tatap wajahnya.”
“Duhai puteriku, ketahuilah bahawa dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang pisahkan kehidupan dunia, dialah malaikat maut”, kata Rasulullah.
Meledak tangisan Fatimah mendengar penjelasan nabi Muhammad .
Malaikat maut semakin mendekati nabi Muhammad,di mana Jibril?
“Kenapa Jibril tidak datang bersama? “ Tanya Rasululllah.
Jibril menunggu nabi Muhammad di pintu langit.
“Wahai Jibril, apa hakku di depan Allah kelak?..
“Jangan engkau bimbang duhai kekasih Allah, pintu langit terbuka untukmu, malaikat tengah menunggumu, pintu syurga terbuka lebar untuk mu”, jawab Jibril.
Te tapi masih terlihat kecemasan di wajah nabi Muhammad ,
“Wahai Jibril, macam mana nasib umat ku nanti?”, Tanya Rasulullah
“Duhai kekasih Allah, jangan bimbang, aku mendengar Allah berfirman, Aku haramkan syurga untuk sesiapapun sebelum umat nabi Muhammad memasukinya.”
Kemudian saat wafat nabi Muhammad semakin dekat, malaikat maut telah bersedia untuk mencabut roh, nabi Muhammad bersimbah peluh, Fatimah memejamkan mata, Jibril memalingkan wajahnya.
“Duhai Jibril, jijikkah engakau melihatku Jibril sehingga engkau palingkan wajahmu?”
“Duhai kekasih Allah, siapa yang mampu menanggung? Siapa yang mampu melihat kekasih Allah dijemput ajal?”, jawab Jibril.
Tubuh nabi Muhammad bergetar, wajahnya begitu pucat, bibirnya biru.
Nabi Muhammad berkata , “Ya Allah, berat sungguh sakit sakaratul maut ini Ya Allah, mohon Engkau timpakan semuanya kepada ku, tolong jangan Engkau timpakan kepada ummatku Ya Allah.”
Nabi Muhammad menggerakkan bibir, seakan-akan nabi Muhammad ingin mengatakan sesuatu, Aisyah mendekatkan ke arah bibir banginda, nabi Muhammad berbisik ummati3x
“Bagaimana nasib umatku, lailahaillaah.”
kemudian nabi Muhammad merapatkan bibir menghembuskan nafas terakhir, inallillahiwainnailaihirajiun…..
Nabi Muhammad wafat kembali kepada Allah
Dan sedarkah kita.. sedarkah kita.. di akhir hayat nabi Muhammad, nabi Muhammad tidak memanggil nama isterinya, nabi Muhammad tidak menyebut nama anak-anaknya, tapi di akhir hayat baginda memanggil nama kita…
Rasakah cinta nabi Muhammad kepada mu?
Rasakah kasih sayang nabi Muhammad kepada mu?
Dan mari kita tanya diri kita?
Sudahkah kita mencintai nabi Muhammad seperti nabi Muhammad mencintai diri kita?
Pernahkah kita berselawat sepenuh hati dan jiwa kita?
Adakah cinta kita kepada nabi Muhammad ? Atau jangan-jangan selama ini hanya lisan dan bibir selawat, tapi hati kita tidak mencintai nabi Muhammad, hati kita tidak pernah gentar mengingat perjuangan nabi Muhammad
Maka renugkanlah, fikirkanlah
Renungkanlah
Agar kita mampu merasakan cinta nabi Muhammad, kasih sayang nabi Muhammad kepada kita
dipetik dari Halaqah TV9 “Air Mata Junjungan” 28 Februari 2010

