Thursday, December 16, 2010

Air Mata Junjungan

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum wrt wbt
Umat-umat nabi Muhammad yang dicintai dan dikasihi
Mari kita bayangkan kita berada dalam zaman 1400 tahun dahulu
Kita bayangkan satu suasana di tengah kehidupan,di tengah padang pasir yang tandus dan panas
Kita rasakan dengan sepenuh hati dan jiwa kita
Agar kita menyedari betapa bertuahnya kita dilahirkan sebagai umat nabi Muhammad
Bayangkan nabi Muhammad sedang berkumpul dengan sahabat di Masjid Nabawi
Nabi Muhammad bertanya , “Duhai sahabatku, tahukah kalian siapa yg mulia di hadapan Allah selain darimu?”
Sahabat menjawab,”Para malaikat ya Rasulullah”
“Mereka mulia di depan Allah kerana mereka adalah pesuruh-pesuruh Allah.
“Ada manusia yang juga mulia berbanding dirimu di depan Allah”, kata Rasululullah.
“Siapa dia ya Rasulullah? Katakan kepada kami ya Rasulullah? Siapa manusia itu ya Rasulullah?”, tanya sahabat.
“Duhai sahabatku, manusia-manusia yg mulia seperti dirimu di depan Allah adalah ummat-ummatku yang hidup setelah aku wafat, mereka tak pernah berjumpa denganku, mereka tak pernah mendengar suaraku , mereka tak pernah lihat wajahku, tetapi mereka percaya dengan apa yang aku ajarkan, mereka meyakini ajaranku,dan mereka rindukan aku dan mencintaiku.”
“Mereka orang yang mulia di depan Allah”, kata Rasulullah.
Bayangkan dan renungkan , bayangkan kemuliaan dirimu di depan Allah
Bayangkan agar kau mampu rasakan cinta Rasulullah kepada dirimu
Agar kita mampu menghayati cinta nabi Muhammad kepada kita
Duhai sahabat-sahabat yang dirahmati Allah
Sekarang bayangkan dirimu, bayangkan engkau berada pada suatu masa pada saat-saat akhir kehidupan baginda
Selepas nabi Muhammad melaksanakan haji wida’, nabi Muhammad jatuh sakit, bertambah hari sakitnya semakin tenat, tubuhnya semakin lemah
Fatimah dengar pintu diketuk, beliau berjalan membuka pintu, dan berjumpa dengan lelaki yg tidak pernah dilihat.
“Untuk apa engkau datang sini?”
“Aku datang sini untuk berjumpa ayahmu”, jawab lelaki itu.
“Ayahku sedang sakit, beliau tidak dapat jumpa kamu, kembalilah di lain masa”, kata Fatimah.
Fatimah menuutup pintu rumahnya dan tinggalkan lelaki itu.
nabi Muhammad bertanya,” Fatimah siapa tu?”
“Aku tidak kenalnya ayah, baru kali ni aku tatap wajahnya.”
“Duhai puteriku, ketahuilah bahawa dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang pisahkan kehidupan dunia, dialah malaikat maut”, kata Rasulullah.
Meledak tangisan Fatimah mendengar penjelasan nabi Muhammad .
Malaikat maut semakin mendekati nabi Muhammad,di mana Jibril?
“Kenapa Jibril tidak datang bersama? “ Tanya Rasululllah.
Jibril menunggu nabi Muhammad di pintu langit.
“Wahai Jibril, apa hakku di depan Allah kelak?..
“Jangan engkau bimbang duhai kekasih Allah, pintu langit terbuka untukmu, malaikat tengah menunggumu, pintu syurga terbuka lebar untuk mu”, jawab Jibril.
Te tapi masih terlihat kecemasan di wajah nabi Muhammad ,
“Wahai Jibril, macam mana nasib umat ku nanti?”, Tanya Rasulullah
“Duhai kekasih Allah, jangan bimbang, aku mendengar Allah berfirman, Aku haramkan syurga untuk sesiapapun sebelum umat nabi Muhammad memasukinya.”
Kemudian saat wafat nabi Muhammad semakin dekat, malaikat maut telah bersedia untuk mencabut roh, nabi Muhammad bersimbah peluh, Fatimah memejamkan mata, Jibril memalingkan wajahnya.
“Duhai Jibril, jijikkah engakau melihatku Jibril sehingga engkau palingkan wajahmu?”
“Duhai kekasih Allah, siapa yang mampu menanggung? Siapa yang mampu melihat kekasih Allah dijemput ajal?”, jawab Jibril.
Tubuh nabi Muhammad bergetar, wajahnya begitu pucat, bibirnya biru.
Nabi Muhammad berkata , “Ya Allah, berat sungguh sakit sakaratul maut ini Ya Allah, mohon Engkau timpakan semuanya kepada ku, tolong jangan Engkau timpakan kepada ummatku Ya Allah.”
Nabi Muhammad menggerakkan bibir, seakan-akan nabi Muhammad ingin mengatakan sesuatu, Aisyah mendekatkan ke arah bibir banginda, nabi Muhammad berbisik ummati3x
“Bagaimana nasib umatku, lailahaillaah.”
kemudian nabi Muhammad merapatkan bibir menghembuskan nafas terakhir, inallillahiwainnailaihirajiun…..
Nabi Muhammad wafat kembali kepada Allah
Dan sedarkah kita.. sedarkah kita.. di akhir hayat nabi Muhammad, nabi Muhammad tidak memanggil nama isterinya, nabi Muhammad tidak menyebut nama anak-anaknya, tapi di akhir hayat baginda memanggil nama kita…
Rasakah cinta nabi Muhammad kepada mu?
Rasakah kasih sayang nabi Muhammad kepada mu?
Dan mari kita tanya diri kita?
Sudahkah kita mencintai nabi Muhammad seperti nabi Muhammad mencintai diri kita?
Pernahkah kita berselawat sepenuh hati dan jiwa kita?
Adakah cinta kita kepada nabi Muhammad ? Atau jangan-jangan selama ini hanya lisan dan bibir selawat, tapi hati kita tidak mencintai nabi Muhammad, hati kita tidak pernah gentar mengingat perjuangan nabi Muhammad
Maka renugkanlah, fikirkanlah
Renungkanlah
Agar kita mampu merasakan cinta nabi Muhammad, kasih sayang nabi Muhammad kepada kita
dipetik dari Halaqah TV9 “Air Mata Junjungan” 28 Februari 2010

New Blog

I make a brand new blog MySpaceMySpace
Yaaah, my old blog translated loads of Maru's stuff from Mugumogu-san last blog, but I'm not actually sure whether it's permitted... Maybe I copied just too many? Well, I haven't asked for permission either MySpace
My bad. Sumimasendeshita MySpace

Now that I can't translate Maru's stuff... what to write in this blog? MySpace I started blogging 'cuz there were Maru's links left untraslated MySpace
Well, first, let's start importing the other entries... I guess MySpace

Wednesday, December 15, 2010

Kiat Menjalin Persahabatan

ARTIKEL ISLAMI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0MnnlVm1qxHN4K6JlxASw_wJvidTPFvcCGXVbJZOQocnt9m6g438m-oEDectHQzJfcvPY7vY5d5rKzTJi6zkRjjzsuZeUetmcP0DrmGk5E09g5wXD6_WMDzsx3NLqmbG5_gxe1LhGlF4/s1600/friendship2.jpg
1) Pilih orang yang mempunyai minat sama seperti ikhwah, supaya diri lebih mudah beradaptasi karena mempunyai persamaan. Tapi jangan menafikan orang yang sekilas tidak mempunyai persamaan diri. Ketahuilah, bersikap terbuka itu baik untuk ikhwah.

2) Ingatlah pada satu pedoman penting, yaitu berlaku baik terhadap orang lain, sebagaimana ikhwah ingin diperlakukan. Sekiranya ikhwah menghormati orang lain,orang lain akan menghormati diri juga.

3) Sadari bahwa tiada siapapun yang sempurna, setiap orang mempunyai sifat-sifat aneh dan lemah, sehingga menerima kelemahan antara satu sama lain bisa mempererat persahabatan.

4) Hargai pendapat satu sama lain.

5) Sadari bahwa kawan yang rapat sekalipun tidak dapat bersama 24 jam. Bina minat-minat yang lain dan jangan cemburu apabila sahabat ikhwah mempunyai minat-minat lain, dan berhasil dalam menggeluti bidang yang disenanginya.

6) Komunikasi sangat penting, seorang kawan tidak selamanya bisa membaca pikiran ikhwah. Sekiranya ada sesuatu yang mengganggu persahabatan kita, beritahulah.

7) Jangan biarkan faktor luaran seperti tekanan (stress) meregangkan persahabatan kita. Kawan yang baik akan membiarkan sahabat melepas perasaan kepada mereka, tetapi jangan hanya mempergunakan mereka untuk melepaskan perasaan. Sebagai balasan, ikhwah-ikhwah sepatutnya bersedia untuk mendengar keluhan mereka pula.

8) Belajar satu sama lain.

9) Jangan membicarakan keburukan-keburukannya di belakang ikhwah sahabat.

10) Pilih kata-kata dengan bijaksana karena ikhwah tidak bisa menariknya kembali. (cyberMQ.com)


http://www.fiqhislam.com/index.php/agenda-muslim/artikel-islami/15892-kiat-menjalin-persahabatan

19 Penyimpangan Kaum Wanita di Dalam Rumah Tangga

ARTIKEL PILIHAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8fSM57-RSo2LpQNZUQMHzmpyZKaqV_bn6cbIuwxablN9nNmYuVglqOIZZhUfXkz7SpQTrMGjONQNP9XNVOelZp4zEQpmEMxFCWi8XkMUWcEZCq5rEJnuTh9g-fzpzuMeERQlPF7760-aT/s320/muslimah2.jpg
1. Durhaka terhadap kedua orang tua, seperti membentak dan tidak taat kepada mereka. Dan cukuplah firman Allah Subhanahu waTa’ala ini sebagai teguran, artinya, “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. al-Isra’: 23)
2. Tidak beramar ma`ruf dan nahi munkar, dan tidak berda’wah kepada Allah Subhanahu waTa’ala kepada kaum wanita, Padahal Allah Subhanahu waTa’ala telah berfirman, artinya, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. at-Taubah:71)
3. Banyak ngobrol di dalam majlis-majlis/ pertemuan kewanitaan, seperti berbicara tentang Allah Subhanahu waTa’ala tanpa dilandasi ilmu, berbohong, ghibah (ngrumpi), namimah (adu domba) dan lain-lain.
4. Tidak memelihara mata dari pandangan yang diharamkan. Firman Allah Subhanahu waTa’ala, artinya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.” (QS. an-Nur: 31)
5. Bila melihat wanita lain ia ceritakan kepada saudara lelakinya (mahramnya) bukan untuk tujuan syar’i misalnya nikah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak diperbolehkan seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu ia ceritakan kepada suaminya, seakan-akan suaminya itu melihatnya.” (Muttafaqun ‘alaih)
6. Menyerupai laki-laki, baik dalam hal pakaian, cara berjalan, gaya bicara dan dalam segala perilakunya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud)
7. Melakukan perbuatan dosa yang dapat mengundang kutukan Allah Subhanahu waTa’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah melaknat wanita tukang tato dan yang minta di tato, wanita yang mencukur alisnya dan yang minta dicukur alisnya, wanita yang memapar giginya supaya menjadi cantik hingga merubah ciptaan Allah.” (Muttafaq ‘alaih)
Allah melaknat wanita yang menyambung rambut atau minta disambungkan rambutnya.” (Muttafaq ‘alaih)
8. Menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti dihabiskan untuk berhias dimuka cermin, ngelantur ngobrol yang tidak menfaat melalui telepon. Waktu dibiarkan berlalu begitu saja tanpa arti, padahal waktu adalah kehidupannya
9. Merasa bangga dan sombong dengan penampilan, kecantikan dan pakaiannya yang serba mahal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun seberat biji sawi.” (HR. Muslim)
10. Melembutkan suara dihadapan laki-laki asing terutama ketika berbicara lewat telpon. Tidak diragukan lagi, perbuatan ini bisa menjadikan dia mangsa empuk bagi laki-laki jalang.
11. Tidak membekali diri dengan ketaatan. Sebagian wanita -semoga Allah Subhanahu waTa’ala memberi petunjuk kepada mereka- tidak mengenal al-Qur’an kecuali bulan Ramadhan, tidak mengetahui shalat witir, dhuha, dan tidak pula melakukan shalat sunnah rawatib.
12. Hoby majalah murahan, kaset vidio dan lagu-lagu cengeng serta sangat perhatian terhadap perkembangan film, sinetron, kompetensi dan acara-acara yang tidak mendidik baik di TV, Video atau selainnya.
13. Sebagian wanita sengaja menyemir rambut dengan warna hitam dan merubah ubannya dengan bahan penghitam rambut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kelak di akhir zaman akan ada kaum yang menyemir (rambutnya) dengan (bahan) hitam seperti bulu-bulu burung merpati. Mereka tidak (akan) mencium wanginya surga.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)
14. Menyalahi sunnah-sunnah fitrah, seperti tidak memotong kuku, dan membiarkannya panjang serta memberinya cat kuku (quitek), ini adalah terlarang karena mencegah meresapnya air ke kuku yang dapat menyebabkan shalatnya tidak sah.
15. Rasa kagum kepada orang lain dan mengidolakannya karena ketampanan/ kecantikan, penampilan, ataupun pakaiannya. Karena sangat mencintainya, mereka menuruti orang tersebut walaupun terkadang malah menjadikannya tidak shalat dan meninggalkan jilbab syar’i.
16. Bersahabat dengan orang yang bermoral buruk yang mudah dan suka meremehkan hak-hak Allah Subhanahu waTa’ala, dan lalai memelihara kemuliaan dan kehormatannya.
17. Membolehkan masa berkabung lebih dari 3 hari atas orang yang meninggal dunia yang bukan suaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak halal seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung karena kematian lebih dari 3 malam kecuali atas kematian suami, maka dia berkabung 4 bulan 10 hari.” (Muttafaq ‘alaih)
18. Tidak mau terikat dengan etika berkabung yang telah di tetapkan syariat agama. Hendaknya tidak memakai perhiasan, lipstik, eye shadow, parfum dan lain-lain, tidak keluar rumah kecuali ada urusan yang mendesak dan tidak menghususkan pakaian hitam saat hari berkabung.
19. Menulis cerita-cerita cengeng (cerpen) yang berisikan cinta yang bisa menggoyahkan hati para pemuda dan menyebarkan tulisan tersebut di koran-koran dan majalah.
Penyimpangan di dalam rumah dan pergaulan suami isteri
1. Menggunakan tempat makan dan minum dari emas. Mengenai hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kalian minum di dalam bejana emas dan perak. Dan jangan pula kalian makan di dalam piring keduanya. Karena sesungguhnya keduanya bagi mereka (orang kafir) di dunia dan bagi kalian di akherat.” (Mutafaqal ‘alaih)
2. Memasang poster dan patung di tembok-tembok atau rak-rak
3. Anti poligami dan memeranginya. Padahal Allah Subhanahu waTa’ala berfirman, artinya, “Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. al-Ahzab: 36)
4. Tidak patuh kepada suami, berkata kasar di hadapannya. Ia ingkari kebaikan suami dan suka mengeluh baik ada sebab maupun tidak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).
5. Membatasi jumlah kelahiran dan keturunan tanpa adanya alasan yang dibenarkan agama.
6. Anggapan bahwasanya mereka tidak bertanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu waTa’ala atas kepemimpinannya di dalam rumahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dan seorang wanita (isteri) adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya, maka dia akan diminta pertanggung jawabannya.” (Mutafaq ‘alaih)
7. Tidak mendidik anak secara Islami yang bersih dari penyimpangan, malah yang dilakukan adalah merayakan hari ulang tahun, memberi pakaian yang bergambar atau ada salibnya, mengajari musik dan lain-lain. Dilain sisi, sang ibu tidak menganjurkan anak untuk shalat jama’ah di masjid, menghafal al-Qur’an dan memotivasi anak agar bercita-cita tinggi untuk menjadi pembela Islam.
8. Tidak perhatian terhadap urusan rumah tangga, juga mengabaikan hak-hak suami, seperti memikat hati suami, berhias dan memberikan kemesraan dan kasih sayang kepada nya.
9. Menuntut suami agar menceraikannya tanpa ada suatu sebab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapapun wanita yang meminta suaminya agar menceraikannya tanpa adanya sebab yang di benarkan, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
10. Membebani suami agar membelikan harta benda diluar kemampuannya.
11. Menyebarluaskan hal-hal seputar suami isteri, terlebih lagi hal yang berhubungan dengan pergaulan suami isteri.
12. Puasa sunnah tidak seijin suami. Ini adalah dilarang sebagaimana dalam hadits riwayat al-Bukhari.
(Disadur oleh Titin K.N. dari buku Mukhalafat Taqo’u fiha An-Nisa’, muraja’ah Syaikh Abudllah bin Abdul Rahman Al-Jibrin. Telah melalui editing dan koreksi dari Tim Redaksi An-Nur)
Sumber: Media dakwah | ditox.co.cc
 http://www.fiqhislam.com/index.php/artikel-pilihan/15230-19-penyimpangan-kaum-wanita-di-dalam-rumah-tangga